Senin, 07 Oktober 2013

Optimasi Query

OPTIMASI PADA PERINTAH SQL

Desain aplikasi saja tidak cukup untuk meningkatkan unjuk kerja harus didukung dengan optimasi dari perintah SQL yang digunakan pada aplikasi tersebut.   Dalam mendesain  database,  seringkali  lokasi  fisik  data  tidak  menjadi  perhatian  penting. Karena hanya desain logik saja yang diperhatikan.   Padahal untuk menampilkan hasil query dibutuhkan pencarian yang melibatkan struktur fisik penyimpanan data.  Inti dari optimasi query adalah meminimalkan  “jalur” pencarian  untuk menemukan  data yang disimpan dalam lokasi fisik.
Index pada database digunakan untuk meningkatkan kecepatan akses data.  Pada saat  query  dijalankan,   index  mencari  data  dan  menentukan   nilai  ROWID  yang membantu menemukan lokasi data secara fisik di disk.  Akan tetapi penggunaan index yang tidak tepat, tidak akan meningkatkan  unjuk kerja dalam hal ini kecepatan akses
data.
Misal  digunakan  index  yang  melibatkan  tiga  buah  kolom  yang  mengurutkan kolom menurut kota, propinsi dan kode pos dari tabel karyawan, sebagai berikut :

CREATE INDEX idx_kota_prop_kodepos
ON karyawan(kota, propinsi, kode_pos)

TABLESPACE INDX;


Kemudian user melakukan query sebagai berikut :


SELECT * FROM karyawan WHERE propinsi=’Jawa Barat’;

Pada  saat  melakukan  query  ini,  index  tidak  akan  digunakan  karena  kolom  pertama (kota) tidak digunakan dalam klausa WHERE.   Jika user sering melakukan query ini, maka kolom index harus diurutkan menurut propinsi.  Selain itu, proses pencarian data akan lebih cepat  jika data terletak  pada block  tabel yang berdekatan  daripada  harus mencari di beberapa datafile yang terletak pada block yang berbeda. Misal pada perintah SQL berikut ini :
SELECT * FROM karyawan
WHERE id BETWEEN 1010 AND 2010;


Query ini akan melakukan “scan” terhadap sedikit data block jika tabel karyawan diatas diurutkan berdasarkan kolom id.   Untuk mengurutkan  berdasarkan kolom yang berbeda-beda  maka  tabel  disimpan  dalam  flat  file,  kemudian  tabel  diekspor  dan diurutkan sesuai kebutuhan.
Alternatif  yang  lain,  bisa  digunakan  perintah  untuk  membuat  tabel  lain  yang memiliki urutan yang berbeda dari tabel asal, seperti perintah SQL berikut :
CREATE TABLE karyawan_urut AS SELECT * FROM karyawan ORDER BY id;

Pada SQL diatas, tabel karyawan_urut  berisi data yang sama dengan tabel karyawan hanya datanya terurut berdasarkan kolom id.

PERENCANAAN EKSEKUSI
Bagaimana   cara   melihat   jalur   akses   yang   akan   digunakan   database   saat melakukan   query   ?   Pada   Database   Oracle,   informasi   ini   dapat   dilihat   dengan menggunakan perintah explain plan, yang akan memberi informasi tentang rencana eksekusi dari suatu query.   Informasi  ini disimpan  dalam tabel PLAN_TABLE  yang terdapat di schema user  yang mengeksekusi perintah tersebut.
Sebelum   melakukan    perintah   explain   plan,   terlebih   dahulu   buat   table

PLAN_TABLE    dengan    menggunakan    script    utlxplan.sql    yang    diambil    dari

\%ORACLE_HOME%\RDBMS\ADMIN.

Setelah itu table PLAN_TABLE dapat digunakan seperti contoh berikut : 

SQL> explain plan
Set statement_id=’test1’ Into plan_table for
Select * from karyawan where gaji=2000000;


Dalam  PLAN_TABLE   rencana  eksekusi  diatas  dikenal  dengan  nama  test1  yang terdefinisi pada kolom statement_id.

Untuk melihat rencana eksekusi dari test1, digunakan perintah SELECT berikut :


SELECT LPAD(’ ’,2*Level)||Operation||’ ’||Options||’ ’||Object_Name Q_Plan FROM plan_table
WHERE statement_id=’test1’
CONNECT BY PRIOR id=parent_id AND statement_id=’test1’ START WITH id=0 AND statement_id=’test1’;


Contoh hasil dari eksekusi query tersebut :
Q_PLAN
--------------------------------------------------------------------

SELECT STATEMENT

TABLE ACCESS FULL KARYAWAN


Output  tersebut  dibaca  mulai  dari    yang  indent-nya  paling  dalam  yaitu  :  TABLE ACCESS FULL KARYAWAN.    Dikarenakan klausa WHERE melibatkan kolom gaji namun kolom gaji tidak ada index-nya, maka Oracle melakukan full table scan.  Setelah seluruh tabel karyawan selesai dibaca, selanjutnya adalah SELECT STATEMENT yang berfungsi untuk menampilkan hasil query.


FAKTOR LAIN YANG BERPENGARUH TERHADAP KECEPATAN AKSES DATA


Faktor lain yang berpengaruh terhadap kecepatan akses data, tidak hanya terletak pada optimasi perintah SQL, tapi terhadap hal-hal lain yang berpengaruh.  Diantaranya adalah optimasi  aplikasi dan penggunaan  cluster dan index.   Hal yang akan dibahas dalam  optimasi  query  berikut  ini tidak  melibatkan  penggunaan  komponen  yang  ada dalam Arsitektur  database  engine,  misal pada database  Oracle  kecepatan  akses  data dipengaruhi oleh penyesuaian pada shared pool, buffer cache, redo log buffer dan sistem operasi yang digunakan.

OPTIMASI APLIKASI

Dalam pembuatan aplikasi, yang perlu mendapat perhatian adalah apakah akses terhadap  data sudah efisien.   Efisien dalam hal penggunaan  obyek yang mendukung kecepatan akses, seperti index atau cluster.  Kemudian juga bagaimana cara database di- desain.  Apakah desain database sudah melakukan normalisasi data secara tepat.
Kadangkala  normalisasi  sampai  level  yang  kesekian,  tidak  menjamin  suatu desain yang efisien.  Untuk membuat desain yang lebih tepat, kadang setelah melakukan normalisasi perlu dilakukan denormalisasi.   Misalnya tabel yang hubungannya one-to- one dan sering diakses bersama lebih baik disatukan dalam satu tabel.

CLUSTER DAN INDEX
Cluster  adalah  suatu  segment  yang  menyimpan  data  dari  tabel  yang  berbeda dalam  suatu  struktur  fisik  disk  yang  berdekatan.    Konfigurasi  ini bermanfaat  untuk akses data dari beberapa tabel yang sering di-query.   Penggunaan cluster secara tepat dilaksanakan setelah menganalisa tabel-tabel mana saja yang sering di-query secara bersamaan menggunaan perintah SQL join.
Jika aplikasi sering melakukan  query dengan menggunakan  suatu kolom yang berada pada klausa WHERE, maka harus digunakan index yang melibatkan kolom tersebut.  Penggunaan index yang tepat bergantung pada jenis nilai yang terdapat dalam kolom  yang  akan  diindex.    Dalam  RDBMS  Oracle,  index  B-Tree  digunakan  untuk kolom yang mengandung nilai yang cukup bervariasi, sedangkan untuk nilai yang tidak memiliki variasi cukup banyak, lebih baik menggunakan index bitmap.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar